Profil Roberto Baggio Pemain Bola Berjuluk The Divine Ponytail Atau Si Ekor Kuda

1 min read

Profil Roberto Baggio

Roberto Baggio adalah seorang mantan pemain bola profesional asal Italia. Tentu sudah banyak kenal dengannya bukan? Bagi penggemar Seri A lawas, tentu sudah tak asing lagi. Pemain kelahiran 18 Februari 1967 merupakan salah satu legenda sepak bola Italia yang memiliki beragam kisah. Salah satu ciri khas yang bisa ditemui pemain satu ini adalah rambut kuncirnya yang juga dijuluki The Divine Ponytail atau si ekor kuda. Inilah profil Roberto Baggio yang menarik untuk diulas.

Lika – Liku Karir Roberto Baggio

Karir seorang Baggio bisa dibilang naik turun. Dirinya pernah terjun ke dalam lembah hitam dan pernah juga menduduki kesuksesan tertinggi. Namun disamping semua itu, Baggio adalah seorang punggawa andalan Italia yang tak pernah bisa digantikan kehadirannya. Dalam lapangan bola, karir Baggio memang penuh liku. Dirinya baru berusia 18 tahun saat terjadinya cedera lutut pertamanya.

READ  Profil Paul Pogba yang Perlu Diketahui Banyak Orang

Baggio saat itu baru bergabung dengan Fiorentina, yang mana luka ini memberikannya 220 jahitan dan kehilangan 12 kg berat badan selama masa pemulihan. Dokter bahkan telah memvonis dirinya tak bisa bermain lagi. Namun ternyata kenyataan berkata lain, tak hanya sanggup terjun ke lapangan lagi pemain ini bahkan telah mempersembahkan 55 gol dalam 136 laga selama 5 tahun.

Kemudian Roberto Baggio berpindah ke club lain yakni Juventus. Kepindahan ini sempat menimbulkan amarah dari para penggemarnya. Fans Fiorentina sempat mengamuk dan menimbulkan kericuhan yang menyebabkan sekurangnya 50 orang terluka akibat bentrok dengan pihak keamanan. Terlebih saat itu Italia juga tengah bersiap menghadapi Gelaran Piala Dunia 1990 sebagai tuan rumah.

Namun Baggio menekankan bahwa dirinya sangat mencintai Fiorentina meski hengkang ke Juventus. Sebagai pemain professional Baggio dikenal dengan insting mencetak gol dan misi mumpuni sebagai calon pemain terbaik. Pada tahun 1993 dirinya mampu mencetak rekor pribadi dengan 39 gol yang mana hal tersebut mengantarkan Juventus menjuarai UEFA serta membawa Italia lolos Piala Dunia pada 1994.

READ  Profil Klose Si Striker Legenda Andalan Jerman

Tak Luput Dari Fans Club Seri A

Masih bicara mengenai profil Roberto Baggio, bukan hanya Fiorentina, fans AC Milan, Bologna dan Intermilan juga tak luput mencintai Baggio. Padahal, jika dilihat, Roberto Baggio hanya menghabiskan waktu yang cukup singkat dengan team – team tersebut. Tak terkecuali dengan club terakhirnya Brescia, disini Baggio bahkan dianggap seperti dewa.

Yang mana kedatangannya membawa anugerah bagi club tersebut. Baggio merupakan salah satu pemain istimewa, dirinya cerdik mengolah bola dan mampu menjajdi eksekutor penalti handal. Selama karir, dirinya mampu mencetak 108 gol melalaui titik putih. Namun sayang, pada 1994 dirinya gagal mengeksekusi pinalti. Tentu hal ini menjadi bencana besar bagi negaranya.

READ  Profil Del Piero: Striker Tampan Bernaluri Gol Tajam

Hal ini juga menjadi titik terberat seorang Baggio karena mendapatkan cibiran pedas. Seharusnya Baggio tak layak menerima kepahitan ini, setelah apa yang telah diperjuangkan sepanjang turnamen. Kegagalan penalty di Final Piala Dunia 1994 kesalahan besar yang yang pernah dibuat oleh seorang Baggio. Yang man dalam laga terbesar dunia itu, Italia gagal merai juara kala harus beradu penalty dengan Brazil.

Roberto Baggio adalah segelintir pemain dengan kisah dan perjalanan karir dalam dunia sepak bola. Satu hal yang patut dicontoh oleh seorang Baggio. Yang mana setiap orang harus percaya akan kemampuan dirinya sendiri. Jangan takut untuk memutuskan sesuatu meski hal itu berat dan menimbulkan banyak perdebatan. Karena bagaimanapun yang mampu merasakan adalah diri sendiri. Semoga bisa menjadi inspirasi untuk semua pemain sepak bola muda.